Minggu, 01 Maret 2015

Sikap lebih penting daripada ilmu

Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar Akan pengaruh sikap dalam kehidupan
Sikap lebih penting daripada ilmu, daripada uang, daripada kesempatan, daripada kegagalan, daripada keberhasilan, daripada apapun yang mungkin dikatakan atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting daripada penampilan, karunia, atau keahlian. Hal yang paling menakjubkan adalah Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan sikap yang kita miliki pada hari itu.



Kita tidak dapat mengubah masa lalu Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah adalah satu hal yang dapat kita kontrol, dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah 10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita, dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.


CINTA - PERSAHABATAN – BUDI – PRINSIP SETIA

Mana yang harus didahulukan, mana yang harus dimenangkan atau dibenarkan ?? Mana yang kita pilih ??? Semakin banyak orang yang terjebak dalam dilematis persoalan hidup yaitu antara Cinta, Persahabatan, Hutang Budi dan Idealisme yang mereka percayai. Dimana setiap pilihan yang dipilih adalah kenyataan yang harus dihadapi dengan konsekwensi masing-masing pilihannya. Apakah kita yakin dengan pilihan yang kita pilih atau kita terjebak dan terkondisikan dengan situasi pilihan tersebut. Yang namanya cinta, pertemanan, budi pekerti dan prinsip hidup adalah suatu nilai hidup yang baik. Ada kalanya semuanya bisa dijalankan dengan seiring sejalan dan bergandengan, tetapi ada juga saatnya dimana kita hanya dihadapkan pada satu pilihan saja atau malahan nilai-nilai tersebut terjual dan hilang begitu saja tanpa makna. Ketika orang membicarakan konsep nilai- nilai percintaan maka akan terkuak suatu rasa memiliki didalamnya, begitu juga rasa memiliki didalam nilai persahabatan, budi pekerti dan Idealisme bisa menjadi berlebihan dan berbalik menghajar nilai-nilai kebaikan yang tertanam sebelumnya. Keterkaitan yang membingungkan ini layaknya suatu pintu lingkaran setan yang menjebak telah dibuka. Siapapun yang masuk seperti tak punya kuasa untuk keluar dari lingkaran tersebut… menimbulkan banyak perasaan dilematis yang menyesatkan…tak tahu lagi mana kebenaran yang hakiki, karena semuanya sudah gelap, tak ada lagi kejujuran yang menyinari. Saat ini, dimana komunitas ini telah tumbuh besar, semakin besar pulalah angin yang menerpanya…mulai tergoyahkan…mulai kehilangan arah, dimana akar rumput – akar rumput yang dahulu saling menguatkan dan memberi air kehidupan atas komunitas tercinta ini telah tercerai berai dan mulai saling mengoyak. Apakah tidak ada lagi akar jati yang membagi air nya disaat kemarau, sampai-sampai akar rumput harus saling berebut nafas…tidak kah terbersit di hati dan pemikiran mu untuk mulai menentukan pilihan – pilihan mu, menguatkan hatimu atas semua yang pernah kau percayai dan kau junjung tinggi di hari yang silam? Apakah janji setia yang pernah kau ucapkan atas nama komunitas ini hanyalah sekedar janji bui atau janji penjara yang terlupakan begitu saja seiring dengan datangnya kompromi hidup yang ada didepan mata. Saat nya untuk menentukan sikap prinsip kebenaran di dalam hatimu yang kan mengiringi jejak langkahmu di hari esok kelak. Jawaban tulus hatimu jualah yang akan menentukan kemanakah kita akan melangkah ke depan… Ironi demi ironi kian hari kian tertuai disini. Banyaknya pengekangan – pengekangan atas dasar cinta, persahabatan, budi dan idealisme makin lama makin teeerr-jadikan suatu senjata ampuh yang meluluh lantakan semua cita rasa kejujuran yang tertanam jauh di lubuk hati komunitas ini. Lama dan kian lama pula Teracuni dan terhimpit oleh ketidak berdayaan dan ketidak mampuan untuk menjadi diri sendiri. Mental budak yang selama ini mengekang nenek moyang ternyata benar-benar suatu urutan darah yang tidak salah. Mental jalanan dan mental mandiri yang selama ini dibangun, harus runtuh hanya dikarenakan sebuah nilai keagungan diri pribadi. Dasar kejujuran dan kebenaran tidak lagi memasung setiap individu di komunitas ini…tidak lagi! Rasa itu telah membaur, menyatu menjadi suatu kehidupan yang sejati dalam setiap sendi – sendi komunitas ini. Kepalsuan, kebohongan, khianat dan ketidak jujuran lainnya seperti menjadi suatu hal yang dihalalkan dalam komunitas ini. Bila saja…bila saja kejujuran hatimu menjadi setiap dasar gerakmu , menyatu dengan nafas dan ucapanmu dalam detak jantung komunitas ini, maka selamanya kita akan menang. Tak ada kepalsuan yang menodong hati nuranimu, tak ada kebohongan dalam jabat tangan dan senyummu…bila tak ada khianat dalam setiap janjimu , maka semuanya akan kita menangkan. Cinta, persahabatan, budi dan idealis….semuanya kan menjadi milik kita, selamanya dalam dekapan hangat komunitas ini.

Waktu adalah hidup dan hidup adalah waktu

Ambillah waktu untuk berpikir Itu adalah sumber kekuatan
Ambillah waktu untuk bermain
Itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi
Ambillah waktu untuk membaca
Itu adalah sumber kebijaksanaan
Ambillah waktu untuk berdoa
Itu adalah kekuatan terbesar di Bumi
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai
Itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan
Ambillah waktu untuk be bersahabat rsahabat
Itu adalah jalan menuju kebahagiaan
Ambillah waktu untuk tertawa
Itu adalah musik yang menggetarkan jiwa
Ambillah waktu untuk memberi
Itu adalah hari yang sangat singkat untuk kepentingan diri
sendiri
Ambillah waktu untuk bekerja
Itu adalah nilai keberhasilan
Ambillah waktu untuk beramal
Itu adalah kunci menuju surga